Showing posts with label cat tembok. Show all posts
Showing posts with label cat tembok. Show all posts

Sunday, 15 May 2016

Formula Cat Tembok Ekonomis

Sebagai awalan, berikut saya berikan sebuah formula untuk membuat cat tembok ekonomis. Kenapa ekonomis? Karena dari sisi harga cat ini tergolong cat yang murah dari sisi harga. Namun untuk permulaan tidak ada salahnya bagi anda yang ingin mencoba membuat cat tembok untuk pertama kali. Jika sudah bisa membuat cat dengan formula berikut, anda bisa mengkombinasikan bahan dengan kualitas dan kuantitas yang bervariasi untuk meningkatkan kualitas dan harga jual nantinya.




Formula Cat Tembok Ekonomis


Pada proses grinding,  semua bahan dimasukan satu persatu sesuai urutannya perlahan sambil digiling dengan mesin giling (mixer) pada kecepatan sedang-tinggi hingga semua bahan terlihat halus terdispersi (homogen) dan berbentuk pasta kental. Jika terlalu kental, bisa ditambahkan sebagian air yang terdapat pada proses letdown. Setelah dipastikan halus, berbentuk adonan pasta kental, turunkan kecepatan mixer, lalu masukan satu persatu bahan pada proses letdown sambil dimix pada kecepatan rendah. Jika semua proses dilakukan dengan benar, formula diatas akan menghasilkan cat dengan spesifikasi di bawah ini.

Properties Cat
PVC,  %: 70.0
Volume Solids, %:  29.8
Weight Solids, %: 50.2
Stormer, KU: 94
ICI, poise: 0.9
pH,  initial: 8.3


Fi1m Properties :
Reflectance, %: 91.2
Sheen, 85: 1.1
Contrast  Ratio, 3-mil film: 0.959
ASTM Scrub  Cycles, with shim failure,  10%: 102
Color*:
Acceptance: Exc
Development : Exc

Bahan-Bahan yang dipakai dalam formula tersebut bisa anda cari sesuai merk dagangnya. Jika anda sulit menemukan, anda bisa cari bahan kimia merk lain dengan fungsi yang sama.

Anda bisa menambahkan pewarna sesuai keinginan anda. Biasanya digunakan pigment powder dengan jumlah maksimum 2% dari berat cat keseluruhan.

Sumber :
Ucar Emulsion Systems: Ucar Latex 353: Formulation
Suggestion 1-2460

Sunday, 24 January 2016

Mengenal Binder Sebagai Bahan Baku Utama Pembuatan Cat Tembok

Binder / Resin adalah bahan baku yang berfungsi membentuk film pada cat tembok. Kualitas binder yang digunakan akan sangat mempengaruhi cat tembok yang dihasilkan. Adapun binder yang paling umum dipakai untuk cat tembok adalah binder yang disebut sebagai "LATEX". Ini bukanlah latex yang disebut sebagai latex karet alam seperti yang dipakai pada kasur latex, tetapi ini adalah sejenis resin yang flexible. Belajar mengenai latex, berarti belajar mengenai polimerisasi juga. Pada dasarnya polimerisasi resin adalah pembentukan resin/binder dari polymer building block seperti monomers. Memang istilah ini sangat teknis sekali, tetapi pada dasarnya polymer building block inilah yang menentukan kualitas dan harga jual latex yang dihasilkan. Prosesnya secara umum dinamakan EMULSION POLYMERIZATION, dan di Indonesia sendiri ada beberapa perusahaan yang membuat Latex sebagai bahan baku cat tembok.



Pada umumnya Latex yang dipakai pada cat tembok adalah ACRYLIC TECHNOLOGY, dimana untuk semua latex yang dibuat diberi embel-embel "acrylic". Sebagai contoh adalah :

Latex FULL ACRYLIC (atau 100% Acrylic)
Ini berarti bahan baku didalamnya adalah full acrylic building block, dimana membawa sifat non-yellowing, high performance, dan fleksibilitas tinggi, sehingga sangat cocok dipakai untuk aplikasi EXTERIOR. Latex jenis ini bisa digunakan juga untuk aplikasi interior, tapi akan sangat over-engineered sekali jika dipakai untuk aplikasi interior (karena harga latex ini paling mahal). Pemakaian latex jenis ini juga mensyaratkan pemakaian additif yang khusus dan dalam jumlah lebih besar daripada latex jenis lainnya.

Latex STYRENE ACRYLIC
Ini adalah jenis latex yang sekarang bisa dibilang paling populer. Gugus polymer acrylic dipadukan (dimasak) bersama dengan Styrene Monomers yang berharga ekonomis, menghasilkan latex jenis ini. Latex ini populer karena hanya sedikit yellowing (tergantung formulasi latexnya), tetapi menunjukan performance film yang relatif baik. Beberapa produsen mampu memodifikasi menjadi latex yang hanya slightly yellowing (sedikit menguning saja). Gugus Styrene Monomers sebenarnya adalah bersifat yellowing, tapi dengan formulasi pembentukan latex yang tepat, maka sifat yellowingnya bisa ditekan. Latex yang dihasilkan oleh produsen ini kemudian diberi embel-embel 2 ini 1, untuk aplikasi interior & exterior. Banyak produsen cat tembok yang telah meluncurkan cat 2 in 1 jenis ini, bisa dipastikan adalah menggunakan latex jenis stryene acrylic.

Latex VINYL ACRYLIC
Adalah jenis latex yang dibilang paling ekonomis. Gugus Vinyl Monomers bersifat yellowing tetapi berharga murah dicampur dengan Acrylic building block. Untuk cat tembok murah dengan high pvc biasanya menggunakan jenis latex ini.

Jenis latex yang populer diatas banyak dipakai oleh produsen cat tembok di Indonesia. Pada tutorial ini kami tidak akan pernah menyebutkan merk cat dari produsen tertentu ataupun merk bahan baku dari supplier tertentu karena menyangkut kode etik bisnis. Konsultasi lebih lanjut dimungkinkan untuk mengetahui beberapa hal yang lebih mendalam secara teknis maupun secara komersial.


Selain ketiga jenis latex diatas, adapula bahan baku latex lain yang mulai menanjak popularitasnya. Yaitu antara lain :

VEOVA
Ini adalah modifikasi latex yang terbuat dari building block acrylic, vinyl acetate, dan Veova monomers yang diklaim memiliki keunggulan dalam pemakaian interior dan exterior. Dalam beberapa test, produsen latex jenis ini menekankan bahwa untuk aplikasi exterior ekonomis, latex jenis VEOVA mampu mengungguli daya tahan exterior latex jenis Styrene Acrylic. Sehingga latex VEOVA banyak digunakan juga untuk aplikasi 2 in 1.

VAE (Vinyl Acetate / Ethylene)
Ini adalah teknologi baru yang diperkenalkan sebagai binder pada aplikasi cat tembok. Seperti diketahui, cat tembok adalah cat berjenis Water-Borne, dimana dalam formulasinya tidak murni 100% berbahan dasar air, tapi tetap perlu ditambahkan solvent tertentu untuk membantu mempermudah cat tersebut mencapai hasil aplikasi yang diinginkan. Adapun karena berkembangnya kesadaran masyarakat akan pengurangan pencemaran lingkungan, maka sekarang diinginkan adanya produk dengan label "Green Product", yang berarti tidak mencemari lingkungan atau sangat minim sekali mencemari lingkungan. Penggunaan solvent dalam formulasi cat tembok akan menyebabkan cat tersebut memiliki kandungan VOC (Volatile Organic Compound, atau bahan yang mudah menguap) yang dituding sebagai biang kerok perusak lingkungan. Adapun dengan pemakaian latex berjenis VAE, maka penggunaan solvent sebagai additif cat tembok bisa dihilangkan karena sifat VAE ini adalah low additif demand untuk mencapai performance cat yang diinginkan. Adapun kekurangannya adalah secara kualitas dan juga harga menjadi kurang menarik dibanding latex jenis lain (mengurangi pemakaian solvent tapi harga latex VAE lebih mahal dan performance kualitas cat yang dihasilkan masih dibawah latex jenis lain).

Tuesday, 19 January 2016

Tes Untuk Menentukan Kualitas Cat Tembok

Kualitas cat tembok dilihat dari beberapa jenis performance, sebelum aplikasi, saat aplikasi, dan setelah aplikasi pada lapisan cat-nya (selanjutnya disebut : film). Sesaat setelah diaplikasi, maka terbentuk permukaan film diatas substrate (dalam hal ini tembok). Setelah cat kering, selanjutnya bisa ditentukan performance dari film tersebut.

Adapun performance umum yang diukur (sebelum, saat, dan setelah aplikasi) adalah antara lain :

1. Adhesi

Adhesi dapat diartikan sebagai kemampuan atau daya rekat cat untuk menempel pada permukaan yang akan di cat (substrate). Untuk tembok lama, substrate harus sudah bersih dan kering, jika pengecatan dilakukan dengan "menumpuk" pada permukaan cat lama, maka adhesi yang terjadi adalah tetap adhesi cat lama dengan tembok, dan adhesi cat baru dengan cat lama. Pengukuran adhesi bisa dengan cross-cut test (cross-cut dengan cutter berbentuk kotak-kotak tiap 1 mm sebanyak 11 line x 11 line, kemudian memakai selotip 3M 0.5 inch, dan ditarik, check apakah ada lapisan film terbawa). Testing adhesi ini biasanya dilakukan setelah cat tembok benar-benar kering, dan biasanya terjadi minimal 7 (tujuh) hari setelah pengecatan.







Agar adhesi bagus, untuk aplikasi pengecatan tembok baru - sebaiknya tembok sudah kering benar, biasanya sekitar 7 (tujuh) hari setelah penembokan dan tembok baru tersebut tidak "berkeringat" lagi. Sebaiknya aplikasi pengecatan dilakukan 30 (tiga puluh) hari setelah penembokan (standard international) untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Sebelum dicat, sebaiknya tembok juga diberi Alkali-Sealer yang banyak juga dijual di toko cat untuk menghindari kerusakan cat setelah aplikasi. Jangan menggunakan lem putih sebagai bahan plamur / dasar cat, gunakan alkali-sealer yang sesuai.

Untuk tembok lama, disarankan sebaiknya cat lama dikerok dulu dan dibersihkan sebelum aplikasi cat baru.


2. Scrub Resistance

Ini adalah test untuk menentukan kekuatan film pada cat tersebut. Penentuannya berdasarkan dengan test menggunakan alat : WASHABILITY SCRUB TESTER atau WET SCRUB ABRASER

Cat diaplikasikan pada lembaran khusus (Standard : Leneta P121-N), kemudian setelah 7 hari ditest pada alat ini. Hasil adalah berupa berapa banyak scrub cycle film tersebut mampu bertahan, semakin tinggi nilai yang dihasilkan maka berarti akan semakin baik kualitas film yang terbentuk dari cat tersebut. Ini merepresentasikan kekuatan / daya tahan film yang dihasilkan.


3. Dirt Pick Up Resistance

Tidak bisa dipungkiri untuk kondisi seperti di Indonesia, faktor debu ataupun kotoran amat sangat dominan. Permukaan film akan dengan mudah menjadi kotor dan kusam karena debu/kotoran yang menempel. Pengetesan ini biasanya dilakukan dengan mengaplikasikan film pada kertas aplikasi, kemudian film itu didekatkan ke knalpot selama beberapa saat, setelah itu dilihat seberapa banyak kotoran gas knalpot yang menempel dan seberapa mudah dibersihkannya. Semakin sedikit kotoran yang menempel, semakin mudah dibersihkan, artinya kualitas cat semakin bagus.


4. Sag & Levelling

Tembok yang dicat kebanyakan adalah vertikal. Performance cat yang diukur pada sag & levelling test ini sangat menentukan kualitas aplikasi cat tembok. Bayangkan jika tembok tinggi dicat, tiba2 cat yang masih basah di bagian atas tembok mulai jatuh mengalir kebawah sehingga permukaan film terbentuk aliran, tentunya akan menghasilkan permukaan yang tidak rata. 


Cara pengukurannya adalah dengan menggunakan alat khusus yang disebut SAG & LEVELLING tester. Ini adalah aplikator stainless steel pada berbagai macam ketebalan film. Setelah diaplikasikan di kertas khusus, kemudian ditaruh vertikal (biasanya digantung) untuk melihat pada ketebalan bervariasi tersebut, apakah terjadi sag pada film yang diaplikasikan.


5. Hiding Power

Istilahnya adalah daya tutup / daya sebar cat. Dengan jumlah cat seberapa mampu menutup permukaan tembok seluas seberapa. Secara awam, hiding power tentunya dilihat saat aplikasi, permukaan berwarna tertentu, diaplikasikan (ditumpuk) dengan cat tembok baru (sesuai dengan petunjuk pemakaian dan tidak diencerkan berlebihan), apakah pada 1x lapisan cat sudah mampu menutup warna dibawahnya? Apakah perlu beberapa kali lapisan cat agar warna dibawahnya tertutup?



Diatas adalah cara awam penentuan hiding power. Cat dengan hiding power baik tentunya akan memberikan daya sebar lebih banyak. Dengan hiding power bagus, 1x kali kuas/rol saja mungkin sudah mampu mendapatkan daya tutup yang sesuai, sehingga akan irit pemakaian catnya. Cat dengan hiding power jelek, bisa perlu beberapa kali kuas/rol baru memberikan daya tutup yang diharapkan. Test standard penentuan hiding power adalah dengan menggunakan Reflectometer.


6. MFFT (Minimum Film Forming Temperature) dan Open Time

Dua hal ini adalah istilah teknis yang berhubungan dengan cat tembok water based, dan ini nantinya akan sangat berpengaruh pada resin/binder/latex yang digunakan dan additifnya (coalescent). Akan dibahas lebih mendalam pada bahan baku.

MFFT adalah suatu kondisi suhu dimana cat tembok itu bisa kering. Untuk aplikasi, tentunya rentang suhu ruang saat aplikasi adalah rentang suhu dimana cat tersebut bisa mengering. Jika ini tidak tercapai, maka cat tidak akan bisa kering biarpun menunggu lama setelah aplikasi dilakukan. MFFT akan sangat berhubungan dengan Tg (Glass Transition Temperature) dan Coalescent yang akan dibahas pada tutorial berikutnya tentang bahan baku pembuatan cat tembok.

Open Time adalah waktu yang tersedia untuk melakukan aplikasi sebelum cat mengering. Pada saat cat diaplikasi, tentunya kita tidak ingin cat kering instant, karena ada kemungkinan perlu dikuas / dirol ulang berkali-kali karena kendala aplikasi atau daya tutup kurang. Jika pada saat aplikasi cat langsung kering, tentu pada saat pengecatan akan terjadi ketidak seragaman warna. Selain itu, open time juga berarti pada saat kaleng dibuka saat aplikasi, maka tidak serta merta cat-nya kering di dalam pail / kaleng, tapi tetap bertahan dalam kondisi "basah" sampai aplikasi selesai (atau jika sisa disimpan kembali).


7. Spatter Resistance

Uji spatter (cipratan) berfungsi untuk menentukan apakah terjadi cipratan yang berlebihan pada saat aplikasi. Cat yang diformulasi dengan baik tidak akan menimbulkan cipratan berlebihan, sehingga akan lebih mudah diaplikasi.


8. Settling / Slump

Periksa, apakah ada settling/slump (endapan) pada kaleng cat sesaat setelah dibuka (jangan diaduk dulu). Jika terjadi endapan, maka ada problem rheology di formulasi cat tersebut. Cat yang diformulasi dengan baik tidak menimbulkan efek seperti ini.


9. Color Separation

Sesaat setelah kaleng dibuka, lihat apakah terjadi pemisahan warna (warna tidak homogen). Jika ini terjadi, maka berarti cat tidak diformulasi dengan baik, terutama untuk aplikasi pencampuran warnanya, terjadi inkompatibilitas atau penggunaan additif yang kurang. Seperti diketahui untuk cat tembok kebanyakan warnanya adalah warna-warni pastel (warna muda cerah). Warna pastel ini terbentuk dari campuran beberapa macam pigment, terutama pigment putih dan pigment warna lainnya. Jika terjadi pemisahan warna, berarti formulasi warna dalam cat tersebut tidak sempurna, sehingga setelah aplikasi terjadi pemisahan warna seperti itu (tidak mau bercampur).


10. Syneresis

Yang dimaksud dengan syneresis adalah terjadinya pemisahan antara lapisan cat dengan lapisan bening (seperti) minyak diatasnya. Jika sesaat setelah kaleng cat dibuka seperti terlihat lapisan minyak diatasnya, berarti ada problem stabilitas dengan formulasi cat tersebut. Problem stabilitas itu bisa karena rheology maupun penggunaan additif berbasis minyak/solvent yang tidak sesuai. Perlu diingat bahwa biarpun cat tembok disebut water based, tapi tidak ada formulasi yang menggunakan 100% water based. Selalu ada penggunaan solvent tertentu yang membantu terbentuknya cat water based tersebut. Sehingga istilah yang benar adalah WATER-BORNE, karena biar bagaimanapun, selalu ada komponen non-water yang dimasukkan didalamnya. Pencampuran komponen water dan non-water tentunya membutuhkan emulsifikasi yang sempurna dan additif yang sesuai. Tanpa ini, maka akan terjadi pemisahan seperti ditunjukkan adanya "efek berminyak" pada permukaan kaleng.


11. Wetting

Cat yang bagus memilik daya membasahi substrate dengan baik. Jadi saat diaplikasi, cat tersebut mampu membasahi tembok dengan sempurna (semua bidang terbasahi), kemudian mengering disana. Jika terjadi masalah wetting pada cat, maka akan mempengaruhi faktor adhesi seperti yang dibahas diatas.


12. Weathering Resistance

Untuk menentukan kualitas film setelah aplikasi, apakah tahan terhadap weathering test atau tidak. Untuk cat tembok exterior tentunya harus ditest secara lebih intensif untuk menenetukan kualitas cat tersebut pada penggunaan exterior. Accelerated test yang dilakukan bisa menggunakan alat tester UV-B, SUN, ataupun TRAC. Alat tersebut berharga mahal, hanya pabrikan besar yang memiliki alat tersebut. Beberapa contoh suppliernya adalah Q-Lab dan ATLAS. Salah satu petunjuk bahwa film tidak tahan untuk aplikasi exterior adalah film menjadi menguning (pada kondisi ekstrim, maka film akan pecah/cracking). Jika terjadi film menguning, maka bisa diukur dengan Color-Meter untuk menentukan nilai L-a-b yang menunjukan perbedaan warna sebelum dan sesudah testing.


13. Chalking

Chalking disebut juga sebagai efek kapur. Cat tembok yang murah (high-pvc / flat paint, lihat tutorial sebelumnya), biasanya menggunakan filler dalam jumlah yang sangat banyak. Ada kemungkinan resin/latex/binder yang dipakai tidak cukup untuk membasahi semua permukaan filler yang dimasukkan ke dalam formulasi, sehingga filler tersebut tidak terikat dan tertinggal di permukaan cat. Jika film kering yang dihasilkan dipegang terjadi efek kapur, atau jika baju/celana kita menyentuh tembok kemudian terlihat ada efek kapur yang menempel, sudah dipastikan ada efek chalking yang terjadi. Hal ini biasanya terjadi pada cat tembok flat atau cat tembok murah (high-pvc paint).


14. Film Defect

Permukaan cat tembok setelah diaplikasi dapat diamati untuk menentukan apakah ada kerusakan atau tidak.

Beberapa kerusakan yang mungkin timbul dan bisa diamati secara visual antara lain :

  • Retak-retak / pecah-pecah
  • Blister atau meletup / menggelembung
  • Berlubang atau pin-hole


Jika hal ini terjadi karena formulasi cat tidak optimal, dan bahan baku yang digunakan kurang cocok atau tidak sesuai. Formulasi cat tersebut harus dibenahi agar bisa menghasilkan cat yang lebih baik lagi.

Mengenal Jenis-Jenis Cat Tembok



Cat Tembok adalah cat yang paling banyak diproduksi dan dipakai oleh masyarakat. Adapun cat tembok adalah jenis cat yang tergolong paling "tricky" karena beragamnya merk, kualitas, dan rentang harga yang terdapat di pasaran. Selain itu, cat tembok water based adalah jenis cat yang paling kompleks juga, karena beragamnya bahan baku yang digunakan dalam pembuatannya dan proses optimalisasi formulasinya yang tergolong cukup rumit karena banyaknya variabel bahan baku tersebut. 

Dari sisi komersial sebagai contoh, banyak cat tembok yang dijual di pasaran dengan harga di level 80 ribu rupiah per pail (22 L) dan ada juga yang dijual dengan harga sampai 2-3 juta rupiah per pail (22 L). Bayangkan betapa lebarnya rentang harga yang tersedia. Terdapat banyak sekali jenis-jenis cat tembok di pasaran, namun agar lebih sederhana dalam artikel ini akan dijabarkan beberapa parameter untuk membedakan jenis-jenis cat tembok

A. Berdasarkan Aplikasi

  • Interior
  • Exterior


Pada umumnya cat interior mempunyai isi lebih banyak dari sisi volume karena pengecatan di dalam bangunan membutuhkan lebih banyak cat daripada di luar bangunan. Kenapa dibedakan antara interior dan exterior? Pada dasarnya untuk exterior adalah karena efek dari sinar UV (dari matahari) yang menyebabkan kerusakan pada polimer cat tembok tersebut. Ada polimer yang mampu bertahan dengan sinar UV dari matahari (dengan bantuan additif dan bahan baku yang sesuai). Untuk aplikasi interior biasanya akan relatif lebih mild serangan sinar UV tersebut, sehingga kerusakan polimer akan jauh lebih lambat. Kerusakan polimer dapat ditunjukkan antara lain dengan ciri menguning (yellowing), pecah (cracking), warna pudar dan mengapur (chalking).


B. Berdasarkan Bahan Baku Utama yang Umum (Latex / Resin / Binder)

  • Full Acrylic - Pemakaian untuk interior dan exterior (penekanan di exterior)
  • Styrene Acrylic - Pemakaian untuk interior maupun interior/exterior (2 in 1)
  • Vinyl Acrylic - Pemakaian umumnya untuk interior saja


Penekanan bahan baku adalah pada sifat yellowing, dimana dari ketiga bahan baku populer yang disebutkan diatas, ada bahan baku spesifik yang sesuai untuk aplikasi-aplikasi tertentu. Selain bahan yang disebutkan diatas, ada juga bahan baku yang lain yang dinamakan Veova Acrylic dan juga VAE Acrylic (Vinyl Acetate/Ethylene). Ini adalah pengembangan dari bahan baku Vinyl Acrylic yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas binder tersebut.

Dari kategori diatas bisa disimpulkan bahwa,

Full Acrylic ~ Non Yellowing, 
Styrene Acrylic ~ Slightly Yellowing, dan 
Vinyl Acrylic ~ Yellowing.

Semua adalah acrylic technology, yang membedakan adalah polymer building block daripada jenis-jenis latex tersebut, dan sifat yellowing yang terjadi adalah karena bahan baku yang "dimasak" pada saat pembuatan latex tersebut.


C. Berdasarkan Kualitas


Saat kita bicara kualitas, disini adalah hal yang "tricky" pada cat tembok mulai terjadi. Perbedaan harga yang signifikan selain dikarenakan penggunaan latex yang berbeda, juga karena adanya variasi dalam PVC (Pigment Volume Content). Yang disebut sebagai Pigment disini adalah termasuk filler (bahan pengisi) dan pigment (pewarna) itu sendiri. PVC yang disebut-sebut pada pembahasan cat tembok ini adalah istilah spesifik pada cat tembok, jadi bukan PVC = Poly Vinyl Chloride (resin plastik).

Kategori cat berdasarkan PVC :

  • High PVC ~ cat tembok low-end (murah) - disebut juga sebagai FLAT wall paint
  • Medium PVC ~ cat tembok medium-end (menengah) - disebut juga sebagai MEDIUM/SATIN/SEMI-GLOSS wall paint
  • Low PVC ~ cat tembok high-end (mahal) - disebut juga sebagai GLOSS wall paint


Umumnya cat tembok High PVC bisa sampai 85-90% PVC dalam formulasinya, Medium PVC antara 50-60%, dan Low PVC antara 30-40%. Tidak ada yang exact dalam klasifikasi produsen untuk jenis-jenis cat berdasarkan ini, tapi harga jual (biasanya) akan "merepresentasikan" kualitas cat-nya.

PVC sendiri bisa diukur secara kualitas dari density-nya (berat jenis). Karena kandungan PVC adalah filler/pigment yang relatif berat dan bisa terbasahi oleh bahan baku cat waterbased tersebut, maka semakin tinggi PVC-nya, akan semakin tinggi pula density cat tersebut (secara kualitatif, tidak ada yang eksak disini). Cara simpel untuk melihat density adalah dengan membandingkan beratnya pada volume yang sama. Contoh (hanya sebagai ilustrasi saja) dengan pail yang seukuran, ada cat tembok yang pada volume tertentu pada pail (misal 22 L) setelah ditimbang ternyata beratnya 22 kg, tapi ada cat lain dengan volume sama pada pail yang sama ditimbang beratnya sampai 25 kg. Hal ini berarti density-nya berbeda pada volume yang sama. Secara awam bisa disimpulkan bahwa cat dengan density yang lebih tinggi berarti memiliki kandungan filler lebih tinggi. Kandungan filler tinggi ~ high pvc ~ low quality.

Jadi kalau anda dihadapkan dengan pilihan 2 cat tembok, secara kasat mata bisa diukur bahwa cat tembok dengan density lebih berat berarti memiliki PVC lebih tinggi, dan dengan demikian dapat diambil kesimpulan secara kualitatif bahwa cat dengan PVC lebih tinggi tersebut akan lebih inferior daripada cat dengan PVC lebih rendah.

Tapi karena ini adalah pengukuran kualitatif, maka ini hanyalah guidance saja, karena faktor penggunaan bahan baku juga amat sangat berpengaruh. Ada filler2 yang density-nya ringan, adapula yang berat. Ada latex yang bagus, ada yang jelek. Cat density rendah, tapi latex yang digunakan adalah yang berkualitas jelek, maka cat juga akan jelek.

Bicara mengenai PVC, ada produsen yang cukup "jujur" dalam mengklasifikasikan produk2nya kedalam 3 kategori PVC itu dengan merk yang berbeda, walaupun mereka tidak memberitahu ke konsumen tentang kenapa sebenarnya mengklasifikasikan seperti itu. Yang konsumen tahu adalah perbedaan harganya saja.

Kita akan menggunakan analogi yang kreatif dengan Pu-Yung-Hai, tentunya kebanyakan dari kita mengenal jenis makanan yang satu ini. Jika kita anggap Telur = Binder, kemudian Tepung = Filler, Daging = Pigment, dan Rasa = Kualitas, maka bisa kita analogikan bahwa Low PVC paint adalah Pu Yung Hai yang terenak, karena menggunakan filler/tepung sedikit (filler tidak bisa dihilangkan), pigment/daging secukupnya, binder/telur yang cukup sehingga berasa enak. Pada High PVC paint, yang terjadi adalah binder/telur yang digunakan dengan jumlah yang sama, pigment/daging dengan jumlah yang sama, tapi filler/tepungnya ditambahkan banyak, hasilnya adalah Pu Yung Hai-nya terlihat gendut (dan berat), tapi rasanya tidak seenak dengan Pu Yung Hai yang pertama dimana rasa telur dan dagingnya lebih "nendang". Semoga analogi ini bisa dimengerti, penggunaan filler yang berlebihan akan menjadikan kualitas cat tembok menurun, tapi tentunya akan menurunkan juga harga jual (apalagi jika dijual per kilo).

Saturday, 16 May 2015

Mengenal Bahan Baku Pembuatan Cat Tembok

Industri pembuatan cat merupakan salah satu industri tertua di dunia. Sekitar 20.000 tahun lalu, manusia yang hidup di gua-gua menggunakan cat untuk kegiatan komunikasi, dekorasi dan proteksi. Mereka menggunakan matrial-material yang tersedia di alam seperti arang (karbon), darah, susu, dan sadapan dari tanaman-tanaman yang memiliki warna yang menarik. Yang mengejutkan, cat-cat ini mempunyai keawetan yang baik, seperti yang ditunjukkan pada lukisan gua di Altamira Spanyol, Lascaux Spanyol, cat batu orang Aborigin di Arnhem Land Australia, dan lukisan-lukisan prasejarah lainnya yang ditemukan.


Orang-orang Mesir kuno mengembangkan cat menjadi lebih kaya warna, mereka menemukan cat warna biru, merah, dan hitam dengan mengambilnya dari akar tanaman tertentu. Kemudian orang-orang Mesir itu menemukan kasein sebagai perekatnya. Seiring dengan waktu, manusia mulai menemukan minyak tanaman dan resin dari fosil untuk mengganti darah dan susu sebagai perekat cat. Saat ini walaupun telah ditemukan perekat/resin yang semakin baik dengan berkembangnya teknologi kimia, resin-resin natural hingga kini masih banyak dipakai.




Salah satu cara meningkatkan nilai tambah suatu bahan adalah dengan melapisi permukaan bahan tersebut dengan bahan lain yang lebih lebih tinggi nilainya. Pengetahuan tentang pelapisan permukaan bahan, secara umum dikenal sebagai surface coating knowledge. Bagian ini meliputi: metal coating (electro coating, galvanizing), plastic coating, paper coating, powder coating dan tentang cat itu sendiri. Jadi cat merupakan bagian kecil dari sebuah ilmu yang jauh lebih besar, yaitu ilmu tentang surface coating.

Cat adalah suatu cairan yang dipakai untuk melapisi permukaan suatu bahan dengan tujuan memperindah (decorative), memperkuat (reinforcing) atau melindungi (protective) bahan tersebut. Setelah dikenakan pada permukaan dan mengering, cat akan membentuk lapisan tipis yang melekat kuat dan padat pada permukaan tersebut. Pelekatan cat ke permukaan dapat dilakukan dengan banyak cara: diusapkan (wiping), dilumurkan, dikuas, disemprotkan (spray), dicelupkan (dipping) atau dengan cara yang lain. Cat dapat digunakan pada hampir semua jenis objek, antara lain untuk menghasilkan karya seni (oleh pelukis untuk membuat lukisan), salutan industri (industrial coating), bantuan pengemudi (marka jalan), atau pengawet (untuk mencegah korosi atau kerusakan oleh air).

Secara umum cat tersusun dari 5 bahan dasar, yakni:

Binder (resin, sebagai pelekat/lem)
Resin atau binder merupakan komponen utama dan yang paling penting dalam cat. Resin berfungsi merekatkan komponen-komponen yang ada dan melekatkan keseluruhan bahan pada permukaan suatu bahan (membentuk film). Resin pada dasarnya adalah polymer dimana pada temperatur ruang (atau temperatur applikasi) bentuknya cair, bersifat lengket dan kental. Ada banyak jenis resin, seperti: Natural Oil, Alkyd, Nitro Cellulose, Polyester, Melamine, Acrylic, Epoxy, Polyurethane, Silicone, Fluorocarbon, Venyl, Cellolosic, dan lain-lain


Setiap jenis resin mempunyai banyak sekali tipe dan turunanya, bahkan kombinasi antara satu resin dengan resin yang lain juga menambah perbendaharaan jenis resin baru. Daya tahan, kekuatan dan karakter cat secara keseluruhan sangat dipengaruhi oleh jenis resin yang dipakai.

Pigment (pewarna) 
Pigment dan dyestuff adalah bagian dari colorant(pewarna). Dyestuff bersifat larut dalam solvent, sedang pigment tidak. Pigment merupakan padatan halus (bubuk) yang ditambahkan ke dalam cat. Pigment memiliki beberapa fungsi penting dalam cat seperti memberi karakter khas pada penampakan cat tersebut, seperti: warna, derajat kilap (gloss) maupun daya tutupnya, memberi nilai tambah pada karakter kekutan cat tersebut, seperti kekuatan terhadap cuaca, korosi, panas atau api, serta meningkatkan sifat, seperti meningkatkan kekerasan, kelenturan, daya tahan terhadap abrasi.


Secara umum pigment dibagi menjadi dua kategori besar, yakni pigment organik dan pigment anorganik. Pigment organik adalah pigment yang terbentuk dari senyawa-senyawa organic (karbon), seperti Fast Red 2R - Pigment Red 21, Phthalocyanine Blue, Phthalocyanine Green G - Pigment Green 7(74260) dan lain-lain. Sedangkan contoh pigment anorganik adalah Zinc Oxide, Zinc Chromate, dan lain-lain.

Pigment anorganik mempunyai daya tahan solvent, kimia, daya tutup, kemudahan terdispersi, stabilitas terhadap panas, cahaya dan cuaca yang lebih bagus dibanding pigment organic. Namun dalam kecerahan dan tinting strength, pigment organic umumnya lebih bagus dibanding anorganik.

Solvent (pelarut) 
Sekalipun setelah pemakaian, solvent akan terbuang ke lingkungan dan tidak menjadi bagian dari lapisan cat, namun peran solvent selama proses pembuatan, penyimpanan dan pemakaian cat, memperlihatkan peran yang dominan dibanding komponen lainnya.


Pada saat pembuatan cat, solvent memberi kontribusi sedemikian rupa sehingga campuran mempunyai kekentalan yang pas untuk diproses: diaduk, dicampur, digiling dan lain-lain. Dengan penambahan solvent yang tepat dan cukup akan menurunkan kekentalan dari resin atau campuran pada suatu titik dimana kekentalannya memenuhi syarat untuk masing-masing proses.

Demikian halnya pada saat pemakaian cat, dengan penambahan jenis solvent yang tepat dan dengan takaran pas, maka cat bisa dikuas, dispray atau dilumurkan dengan mudah pada obyek yang akan dicat. Komposi solvent yang tepat juga memberi pengaruh optimal pula pada mekanisme penguapan dari solvent-solvent yang ada, sehingga akan membentuk film yang maksimal karakteristiknya, baik textur permukaannya, sifat kilapnya maupun kecepatan keringnya.

Solvent biasanya dibagi berdasarkan struktur kimia atau karakteristik fisikanya. Penggolongan solvent berdasarkan struktur kimia adalah sebagai berikut:

-           Hidrokarbon
Sesuai namanya maka pada golongan ini terdiri dari solvent-solvent dimana unsur hidrogen (H) dan carbon (C) menjadi struktur dasarnya. Solvent-solvent golongan hidrokarbon hampir seluruhnya berasal dari hasil distilasi minyak bumi yang  merupakan campuran dari beberapa sub-sub golongan (bukan senyawa murni), sehingga titik didihnya berupa range dari minimum sampai  maksimum, bukan merupakan titik didih tunggal.

-          Oksigenated Solvent
Oksigenated sovent atau solvent dengan atom oksigen adalah solvent-solvent yang struktur kimianya mengandung atom oksigen. Termasuk dalam kategori ini adalah golongan ester,  ether, ketone dan alkohol.


Filler/Extender (bahan pengisi)
Extender atau filler ditambahkan ke dalam cat dengan tujuan untuk menurunkan harga, namun dalam hal tertentu extender ditambahkan untuk memberbaiki sifat cat. 


Extender umumnya mempunyai refractive index yang kecil (atau rendah daya tutupnya) dibanding pigment. Contoh dari filler/extender adalah Calcium Carbonat, Kaolin Clay, dan Talc Powder

Additive (bahan tambahan)                                                                                       
Disamping ke empat komponen seperti  resin, pigmen, solvent dan extender, ada beberapa komponen lain yang ditambahkan dalam jumlah sangat sedikit ke dalam cat, yakni additive. Komponen-komponen ini, sekalipun ditambahkan dalam jumlah sedikit, namun memberi kontribusi yang sangat besar terhadap sifat cat, sehingga cat dapat diproses, disimpan dan dipakai seperti harapan kita.
Additive biasanya dibagi berdasarkan fungsinya. Berikut ini adalah beberapa additive yang biasa dipakai dalam industri cat.

MEMPERCEPAT ATAU MEMPERMUDAH PROSES

  • WETTING AGENT, untuk mempermudah atau mempercepat proses penggantian udara dan air oleh resin pada permukaan pigment atau extender
  • DISPERSING AGENT, untuk mempermudah distribusi pigment dan extender ke dalam cairan resin
MENGURANGI AKIBAT JELEK SELAMA PENYIMPANAN

  • ANTI SKINNING AGENT, untuk mencegah proses pengulitan pada permukaan cat (oil atau alkyd base resin) selama penyimpanan
  • THICKENING AGENT, untuk mempertahankan kekentalan cat atau melindungi cat selalu dalam kondisi koloid
  • ANTI SETTLING AGENT, untuk mempertahankan pigment selalu berada pada kondisi dispersi yang stabil dalam campuran, sehingga tidak mengendap.


MENGURANGI AKIBAT JELEK SELAMA PEMAKAIAN

  • ANTI SAGGING, untuk mencegah turunnya atau melelehnya cat jika dipakai pada permukaan tegak
  • LEVELLING AGENT, untuk meningkatkan kualitas permukaan cat, sehingga permukaannya rata tidak bergelombang
  • ANTI FLOODING & FLOATING, untuk mencegah pemisahan pigment baik secara vertikal maupun horisontal
  • ANTI FOAMING, untuk mencegah atau menghilangkan timbulnya busa pada permukaan cat

MEMPERBAIKI ATAU MERUBAH  SIFAT FILM

  • ANTI STATIC AGENT, untuk mencegah atau mengurangi timbulnya arus listrik static selama pemaikaian
  • DRYER, untuk mempercepat reaksi oksidasi dan polymerisasi dari ikatan tak jenuh pada cat jenis alkyd atau synthetic (mengandung drying oil).
  • CATALYST, untuk mempercepat reaksi crosslinking antara resin amino dan alkyd polyol (atau turunannya), biasanya dipakai senyawa-senyawa asam organik maupun anorganik
  • PLASTICIZER, untuk meningkatkan fleksibilitas cat, terutama pada cat yang mempunyai berat molekul yang besar, seperti NC.
  • ANTI FOULING AGENT, untuk mencegah timbulnya atau melekatnya tumbuhan air laut pada dasar dinding kapal
  • MATTING AGENT, untuk menurunkan derajad kilap lapisan cat (dari gloss ke semi gloss atau dari semi ke dof/matt)
  • ANTI FUNGUS, untuk mencegah timbulnya jamur

Sunday, 5 April 2015

Mengetahui Kriteria Cat Yang Berkualitas Baik

Kebanyakan dari konsumen cat memilih produk cat yang dibelinya berdasarkan kriteria tertentu. Misalnya saja seorang konsumen lebih percaya pada suatu merk "A", sehingga apapun kebutuhan catnya dia selalu memilih produk keluaran merk "A" tersebut. Lain halnya dengan konsumen yang mementingkan harga. Konsumen jenis ini selalu mencari produk yang lebih murah harganya. Apapun kebutuhan catnya yang terpenting faktor harga menjadi penentu utama dalam memilih cat. Lalu apakah ini salah? Tidak!



Setiap konsumen bebas memilih kriteria mana saja yang akan dia ambil dalam membeli sebuah cat. Dari sekian banyak kriteria jarang sekali konsumen mengetahui apa saja kriteria yang dimiliki oleh sebuah produk cat yang baik. Ini begitu penting karena dengan terpenuhinya kriteria ini, maka kriteria atau faktor lainnya pun bisa mengikuti. Dalam memilih sebuah produk cat yang baik setidaknya kriteria inilah yang harus anda perhatikan, antara lain:

Memiliki Daya Rekat yang Baik
Syarat utama sebuah produk cat yang baik adalah memiliki daya rekat yang baik. Cat ini bisa merekat dan melapisi bahan yang akan dicat dengan baik dan tidak mudah mengelupas. Jika jaman dulu orang melumuri tembok dengan larutan kapur, maka seiring dengan teknologi, ditambahkan zat lekat (binder) untuk memperkuat daya rekat sehingga hadirlah cat yang berfungsi melapisi sebuah benda. Daya rekat ini ditentukan oleh kualitas lem (binder) dalam bahan baku cat yang dibuat. Semakin baik kualitas dan kuantitas binder yang digunakan maka semakin baik pula daya rekat cat tersebut.

Dinding yang mengapur akibat cat yang daya rekatnya buruk
Sering kita menemukan dinding yang catnya mengelupas atau mengapur. Jika kita gosok dinding tersebut dengan tangan maka akan menempel serbuk putih atau warna dari cat tersebut. Ini merupakan indikator bahwa cat tersebut sudah rusak atau tidak memiliki daya rekat yang baik. Cat yang memiliki daya rekat yang baik akan tahan terhadap gosokan sikat sekalipun.

Mudah Dipakai
Cat yang berkualitas baik harus mudah diaplikasikan pada benda yang akan dicat. Biasanya cat diaplikasikan menggunakan kuas, roll, atau spray. Agar bisa diaplikasikan pada benda, cat tidak boleh terlalu kental juga tidak boleh terlalu encer. Namun produsen cat biasanya menganjurkan untuk mengencerkan cat dengan pelarut yang sesuai maksimal 10% untuk mempermudah penggunaan cat pada benda.

Cat Yang Terlalu Encer akan sulit dipakai
Jika cat terlalu encer, cat akan sulit menempel karena akan terus meleleh ketika diaplikasikan pada benda secara vertikal. Begitu pula pada cat yang terlalu kental, akan sulit mengaplikasikan cat secara merata dan juga konsumsi cat akan boros jika cat terlalu kental

Dapat Menutup Permukaan Dengan Mudah dan Rata
Cat yang baik akan dengan mudah menutup warna dinding sebelumnya dengan rata. Namun hal ini juga tergantung dari warna cat yang digunakan. Biasanya cat dengan warna bright, warna tua akan sulit menutup karena formula yang digunakannya berbeda. Mungkin membutuhkan beberapa lapisan baru bisa menutup dengan sempurna.  Lain halnya dengan cat yang memiliki warna pastel atau warna muda. Cat ini lebih mudah menutup permukaan sebelumnya dengan merata. Satu atau dua lapis cat dengan kualitas baik akan bisa menutup permukaan dinding dengan baik.

Cat yang baik bisa dengan mudah menutup permukaan sebelumnya

Memberi Perlindungan
Satu lagi yang sering terlupakan adalah cat harus bisa memberikan perlindungan. Perlindungan yang dimaksud disini adalah perlindungan dari cuaca, lumut, dan jamur. Indonesia adalah negara tropis dimana daerahnya memiliki dua musim, yakni musim penghujan dan musim kemarau. Hal ini membuat dinding rumah di daerah ini lebih rentan terhadap serangan jamur dan lumut terutama di musim penghujan. Jamur dan lumut akan mempercepat pengrusakan dinding. Dinding menjadi kusam, kotor, dan rapuh sehingga mudah sekali rontok. Kebanyakan dari konsumen lupa akan kriteria ini karena lebih mementingkan warna dari cat tanpa memperhatikan fungsi perlindungannya. Padahal dengan perlindungan ini anda bisa memperindah sekaligus melindungi rumah anda agar bisa tampil baik tahan lama.

Cat yang buruk tidak mampu melindungi dinding dari jamur dan lumut
Memiliki Kualitas Yang Konsisten
Kualitas yang konsisten mutlak diperlukan. Ini sering terjadi saat anda mengecat dinding yang cukup luas dan memerlukan lebih dari satu kaleng cat. Ketika anda menggunakan cat di kaleng kedua, cat tersebut harus memiliki warna yang sama dengan cat di kaleng pertama. Jika cat tidak memiliki kualitas yang konsisten anda pasti memiliki dinding rumah yang belang.

Saturday, 4 April 2015

Tips Memilih Produk Cat : Harga Mahal Belum Tentu Berkualitas

Saat ini banyak sekali beredar cat tembok yang dijual dipasaran, mulai dari harga termurah sampai termahal. Beragam merk pun banyak bermunculan mulai dari merk yang sudah terkenal hingga merk yang mungkin baru terdengar di telinga anda. Banyak hal yang ditawarkan iklan-iklan cat tersebut mulai dari anti jamur, tahan cuaca, keanekaragaman warna dan lain sebagainya. Namun terkadang dari banyaknya iklan tersebut kita menjadi bingung dalam hal memilih produk cat mana yang akan kita pakai untuk memenuhi kebutuhan kita. 

Setiap produsen memiliki keunggulan tersendiri dalam produk cat yang dijualnya, tinggal kita saja yang menyesuaikan mana dari keunggulan tersebut yang cocok dengan kebutuhan kita. Pada dasarnya semua produk cat memiliki kesamaan dalam hal formula dan bahan baku yang menjadikannya memiliki kualitas dan harga yang hampir sebanding pula. Jadi intinya jika sebuah cat memiliki harga yang sebanding dalam kemasan dan kuantitas yang hampir sama, bisa dipastikan kualitas keduanya juga tidak akan jauh berbeda. Ada banyak faktor yang menjadikan sebuah cat bisa jadi lebih mahal atau lebih murah dalam rentang kualitas yang hampir sama. Faktor tersebut antara lain

Merk 

berbagai merk cat

Merk bisa mempengaruhi harga dari sebuah produk cat. Walaupun dalam rentang kualitas yang sebanding, produsen cat merk yang terkenal akan berani memberikan harga yang lebih tinggi dari produsen cat lainnya.


Jalur Distribusi 



Cat tidak hanya digunakan oleh masyarakat perkotaan, masyarakat di daerah pelosok pun membutuhkannya. Tentunya harga cat di pelosok bisa jadi lebih mahal karena cost untuk transport akan lebih besar.



Pilihan Warna



Penggunaan pigmen di dalam cat juga mempengaruhi harga cat tersebut. Terdapat beberapa jenis warna yang harus menggunakan pigmen yang memiliki harga yang sangat mahal dibanding warna pigmen lainnya.


Penggunaan Kemasan


Terkadang kita menemukan beberapa produk cat memiliki kemasan yang menarik. Namun ibarat pepatah "Jangan nilai sebuah buku hanya dari covernya", kemasan yang bagus tidak menentukan baik buruknya kualitas cat. Terkadang kemasan yang bagus membuat harga sebuah produk cat menjadi lebih mahal karena cost productionnya menjadi lebih tinggi.


Kuantitas

Cat dijual dalam aneka kemasan dan kuantitas yang berbeda. Perhatikan kuantitas cat yang dijual dipasaran, bisa jadi harga yang dijual lebih murah namun dijual dalam kuantitas yang lebih sedikit. Sebagai contoh dalam kemasan galon, cat ada yang dijual dalam kemasan 2,5 liter, 4 kg, 5 kg. Dalam kemasan pail ada yang dijual dalam kuantitas 20liter, 20kg atau 25kg. Perlu diingat karena nilai masa jenis sebuah cat lebih dari 1 maka cat dalam kemasan 1 kg akan lebih berat dibandingkan kemasan 1liter. Dan cat dalam kemasan 1 liter akan memiliki volume lebih banyak dibandingkan kemasan 1 kg.

Tips Memilih Warna Cat Untuk Dinding Kamar Tidur

Kamar tidur yang nyaman bukan hanya membuat anda nyaman tinggal di dalamnya, namun bisa membuat produktifitas anda meningkat. Tidak percaya?

Suasana nyaman, tenang, bisa mempengaruhi pikiran seseorang. Salah satu tempat yang paling banyak dipakai orang-orang untuk menghabiskan waktu sehari-hari adalah kamar tidur. Tidak hanya sebagai ruang tidur, kamar tidur juga menjadi tempat beraktifitas dan mengerjakan segala hal. Bisa dikatakan kamar tidur menjadi ruang privat yang benar-benar mewakili kepribadian seseorang.

Entah karena kesibukan atau karena rasa malas, kamar tidur seseorang biasanya menjadi berantakan, tidak terawat, kotor dan juga menjadi sangat tidak nyaman tanpa disadari. Padahal dengan sedikit perubahan saja, kamar tidur akan nampak lebih nyaman, menenangkan dan membuat anda semakin betah dan semangat untuk memulai aktifitas karena di saat bangun pagi adalah waktu yang tepat bagi anda memulai aktifitas.

Salah satu contoh perubahan yang bisa anda lakukan terhadap kamar tidur anda adalah dengan merubah warna cat kamar tidur anda. Warna menjadi faktor dominan yang secara visual mempengaruhi kenyamanan anda saat berada di kamar tidur. Untuk itu penting sekali bagi kita saat mulai memilih warna cat yang akan kita gunakan untuk mewarnai dinding kamar tidur kita.

Warna Putih





kamar sederhana dengan warna dominan putih

Warna putih identik dengan suci, bersih, dingin, terang dan juga luas. Warna putih adalah warna yang sangat netral, dapat dipadu-padankan dengan warna apapun. Bagi Anda yang suka akan kebersihan, pasti akan suka dengan warna ini. Jika anda ingin mendapatkan kesan luas, simple, warna ini tentu sangat cocok untuk diaplikasikan di dinding kamar tidur anda. Tetapi tentunya jangan berlebihan karena dapat menimbulkan kesan dingin, tidak bersahabat, steril atau kaku. Jangan sampai pemakaian warna putih di kamar tidur anda menimbulkan kesan negatif seperti di kamar rumah sakit. Dengan sedikit penataan warna perabotan di dalamnya, warna putih akan nampak elegan dan membuat kamar anda nampak lebih nyaman.

Warna putih bisa memberikan kesan luas untuk kamar tidur yang sempit. Dengan sedikit penataan cahaya, kamar anda yang di cat warna putih akan nampak lebih luas dan lapang

Warna Abu-abu




Satu lagi warna yang banyak dipakai di kamar tidur adalah warna abu-abu. Warna abu-abu adalah warna yang sedang tren di masa rumah dengan konsep minimalis. Warna Abu-abu mampu memberikan kesan elegan, simple, rasa tentram bagi penghuninya, dan juga bisa memberikan kesan luas.
Tapi juga jangan mengaplikasikannya warna abu-abu secara berlebihan, seperti putih, dia juga mampu memberikan kesan dingin dan kaku. Apalagi jika pencahayaan yang dilakukan kurang baik, kamar dengan warna cat abu-abu bisa menjadi terlihat gelap dan mempengaruhi semangat dan produktifitas anda. Jika memang suka, anda bisa memadukan warna abu-abu dengan warna turunan merah atau turunan kuning.

Warna Kuning







Warna kuning dan turunannya di dinding kamar anda dapat memberikan kesan ceria, enerjik, penuh semangat dan juga mewah. Warna kuning bisa melambangkan kebahagiaan dan keceriaan. Seringkali beberapa kalangan mengidentikkan kunng sebagai warna emas lambang kemakmuran. Warna kuning cocok bagi anda yang aktif dan produktif jika menjadikan kamar tidur anda juga sebagai ruang kerja

Warna Hijau




Warna hijau adalah warna yang identik dengan alam. Warna hijau mampu memberikan kesan teduh, alami, damai, santai, sejuk juga memberikan efek menenangkan. Cocok untuk anda yang menginginkan istirahat yang berkualitas di kamar anda.

Warna Biru






Satu lagi warna yang cukup jadi favorit. Biru laut atau biru langit mampu memberikan kesan nyaman, tenang dan sunyi. Selain itu warna biru juga bisa menjadikan ruangan sempit Anda terasa luas. 

Perpaduan cat sangat kami sarankan, akan tetapi tepat akan perpaduanya, karena itu akan mempengaruhi keindahan rumah anda yang akan menciptakan karya seni yang menarik untuk rumah anda.

Jadi kenapa masih membiarkan warna rumah anda kusam dan itu itu saja dari dulu??
Jika anda ingin mendapatkan info produk cat tembok berkualitas, warna beragam dengan harga jauh di bawah pasaran, kunjungi halaman produk kami